
contoh:
gambar pemanfaatan intranet untuk automasi perpustakaan
Terus
bagaimana intranet apakah di pakai di perpustakaan juga ? intranet bisa
juga di pakai di perpustakaan contohnya perpustakaan fakultas
kedokteran UGM memakai fasilitas intranet supaya sebuah jurnal on line
hanya bisa di lihat atau didownload di perpustakaan tersebut karena
memakai IP adress yang didaftarkan sebuah situs penyedia jurnal
kedokteran online yang sudah diberi firewall ( firewall adalah
sebuah perangkat lunak/keras yang mengatur akses seseorang kedalam
intranet atau akses user di dalam jaringan lokal ke jaringan luar)
lokal yang terhubung ke jaringan internet, untuk melindungi aset sistem
informasi dari serangan pihak luar.
Hal
ini menjadikan intranet benar-benar berdiri secara independen. Hal lain
yang membedakan internet dengan intranet adalah dari sisi penggunaannya.
Aplikasi dan informasi intranet ditujukan bagi kalangan dalam suatu
organisasi itu sendiri sementara informasi di suatu situs internet
ditujukan bagi kalangan umum.
Jenis pemanfaatan
intranet
Penggunaan
intranet sebetulnya tergantung dari bentuk organisasi penggunannya.
Apakah suatu toko, perusahaan multinasional, sutu instansi perpustakaan
atau departemen lainnya. Dengan memahami kerja organisasi tersebut maka
mempermudah model disain intranet yang kan digunakan.
Dalam suatu institusi
perpustakaan intranet banyak digunakan untuk:
-
OPAC (online public catalouge) atau katalog online yang dapat diakses di seluruh raungan perpustakaan yang terhubung dengan jaringan
-
membrikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna, contohnya jurnal kedok teran online medica hanya bisa di akses di perpustakaan kedokteran.
-
informasi sistem service, dll
-
Sistem sirkulasi online
Komponen
pembentuk intranet
Komponen pembentuk
intranet pada dasarnya sama dengan komponen pembentuk internet, seperti:
-
aplikasi browser ( internet exploler, opra, mozilla firefox, netscape)
-
komputer server
-
perangkat jaringan
-
protokol TCP/IP
-
bahasa pemrograman (html, php, mysql , dll)
-
komputer client
-
perangkat bantu pengembang
yang perlu ditambahkan
dalam intranet apabila sebagianinformasi organisasi tersebut ingin
diekspose agar dapat di akses jaringan luar (internet) adalah firewall
dan router (intranet ini akan menjadi ekstranet).
Internet
Intercenneted network atau lebih
dikenal dengan sebutan internet adalah sebuah sistem komuniasi global
yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di
seluruh dunia. Setiap komputer dan jaringan terhubung secara langsug
maupun tidak langsung ke beberapa jalur utama yang disebut internet
backbone dan dibedakan satu dengan yang lain menggunakan unique name
yang bisa disebut alamat IP 32 bit. Contoh 202.133.81.6
Cara koneksi internet :
-
mendaftarkan diri ke ISP (internet service provider)
-
lewat modem dial up (telepon)
-
dengan GPRS melalusi ponsel
Perbedaan
intranet dengan internet dan ekstranet:
Intranet
Adalah
sebuah jaringan koputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet,
hanya saja digunakan dalam internal perusahaan atau kantor dengan
aplikasi berbasis web dan teknologi komunikasi data seperti internet (
bahkan warung internet (warnet) dapat dikategorikan sebagai intranet)
Ekstranet
Jika
sebuah badan usaha atau bisnis mengekspose sebagian dari internal
jaringan ke komunitas di luar.
Internet
Merupakan
komunikasi jaringan komunikasi global yang menghubungkan seluruh
komputer di dunia meskipun beda sistem oprasi dan mesin.
Internet: Strategi Penggunaannya
Di Perpustakaan
Internet menawarkan
alternatif baru dalam pemerolehan informasi dan sekaligus penyebarluasan
informasi. Jika sebelumnya, informasi berbasis cetak merupakan
primadona perpustakaan tradisional, sekarang tersedia format baru dalam
bentuk digital melalui Web. Koleksi bahan digital yang ditransmisikan
secara elektronik dan disebut perpustakaan digital, keberadaannya
semakin penting dalam pemenuhan kebutuhan informasi pengguna.
Pengunaan
Internet di suatu perpustakaan dapat dibedakan ke dalam dua
jenis.
Pertama,
penyediaan akses yaitu penyediaan sarana dan prasarana dimana
pustakawan dan pengguna perpustakaan dapat menggunakan Internet. Dalam
hal ini, perpustakaan menyediakan sejumlah komputer sebagai terminal
yang terhubung ke Internet. Penyediaan layanan akses ini
bertujuan untuk memungkinkan sivitas akademika dapat memperoleh
informasi yang bersumber dari Web, yang diperlukan untuk mendukung
kegiatan proses belajar-mengajar dan penelitian. Kegiatan ini pada
dasarnya sama dengan penyediaan bahan pustaka cetak yang merupakan
kegiatan rutin suatu perpustakaan tradisional.
Pengguna
dapat melakukan sendiri penelusuran, atau dengan memesan bahan yang
mereka perlukan kepada pustakawan. Dalam kaitan ini, pengetahuan dan
pengalaman pustakawan dalam penelusuran menjadi sangat penting karena
dapat meningkatkan efisiensi pustakawan dan pengguna. Pustakawan sesuai
dengan peran dasarnya, dalam menyediakan akses Internet dapat bertindak
sebagai pembimbing terutama bagi pengguna baru, konsultan seperti
layaknya fungsi pustakawan referens, pengawas untuk penggunaan yang
tidak produktif, penelusur berdasarkan pesanan pengguna, diseminator
untuk penyebarluasan informasi tentang bahan Web, dan organisator untuk
mengorganisasikan bahan-bahan Web.
Kedua, publikasi elektronik
yaitu kegiatan untuk mempublikasikan berbagai informasi tentang dan oleh
perpustakaan. Dalam hal ini, perpustakaan memiliki dan memelihara
sendiri suatu situs Web. Penerbitan Web bertujuan untuk mempublikasikan
berbagai informasi tentang perpustakaan dan kegiatannya. Kegiatan ini
pada dasarnya sama dengan publikasi berbagai selebaran, brosur, pamflet
panduan perpustakaan, daftar perolehan baru, katalog dalam berbagai
jenis, dan sebagainya yang biasanya dilakukan oleh sebuah perpustakaan,
serta kegiatan publikasi lainnya. Dalam kaitan ini, perpustakaan
bertindak sebagai penerbit.
Situs perpustakaan memberi peluang baru bagi
pustakawan untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya tergolong sulit untuk
dilakukan. Peluang tersebut diantaranya adalah menerbitkan karya khas
sekolah atau perguruan tinggi yang tidak diterbitkan tetapi
didokumentasikan di perpustakaan sebagai deposit sekolah atau perguruan
tinggi. Karya tersebut antara lain adalah bahan-bahan oleh dan tentang
sekolah atau perguruan tinggi, termasuk diantaranya laporan penelitian,
karya tulis, makalah seminar, simposium, bahan-bahan kuliah, dan
publikasi sekolah atau perguruan tinggi lainnya. Kegiatan lainnya yang
dimungkinkan adalah pelayanan perpanjangan pinjaman sebagai alternatif
perpanjangan melalui telepon, konsultasi antara pengguna dengan
pustakawan referens, penyediaan hubungan ke sumberdaya Web lain,
penerbitan buletin, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar